Dewan Guru Besar IPB

Dewan Guru Besar IPB

Media Luncheon Hari Air Sedunia

Prof Hadi edit size

 

Dalam rangka memperingati Hari Air se-dunia, Dewan Guru Besar (DGB) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar jumpa pers di Kafe Taman Koleksi, kampus IPB Baranangsiang, Bogor (21/3). Peringatan Hari Air sedunia tahun ini bertemakan “Water and Jobs: Better Water, Better Jobs”.

 

TULISAN DIPERBESAR 200Salah satu Guru Besar IPB yang menyumbangkan pemikirannya adalah Prof.Dr. Yusman Syaukat yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB. Pemikiran Prof. Yusman fokus pada permasalahan pengelolaan sumberdaya air di Indonesia dan upaya-upaya penanganannya menuju the integrated and sustainable water resources management.

Menurutnya, permasalahan sumberdaya air (SDA) di Indonesia terdiri dari keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan SDA, masalah kuantitas dan kualitas SDA, konservasi dan pengelolaan SDA terpadu, eksploitasi air tanah berlebihan, inefisiensi dalam pemanfaatan SDA, komersialisasi dan privatisasi SDA.

Aspek efisiensi sangat penting dalam pengelolaan SDA. Efisiensi menyangkut dua aspek, yaitu produksi dan distribusi. Sebagai contoh, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) umumnya memiliki tingkat efisiensi yang cukup tinggi dalam proses produksi, namun dalam hal distribusi air, tingkat efisiensinya masih rendah. Ini terjadi karena tingginya tingkat kebocoran dalam distribusi air. Kebocorannya antara 30-50 persen dari total volume air yang diproduksi. Kebocoran tersebut akibat kebocoran teknis, sambungan illegal atau faktor lainnya. Ini juga yang menjadi sebab banyaknya PDAM di Indonesia yang merugi.

Hal yang sama juga perlu diterapkan di bidang pertanian. Sektor pertanian harus lebih efisien dalam menggunakan air irigasi.

Maraknya jumlah perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang berlomba-lomba mengeksploitasi SDA khususnya mata air atau air tanah telah merugikan masyarakat sekitar. Hal ini dikarenakan mereka tidak lagi memiliki akses untuk memanfaatkan sumber mata air tersebut. Penurunan muka air tanah, berkurangnya air irigasi pedesaan untuk mengairi sawah, serta banyaknya jalan yang rusak akibat beroperasinya truk-truk pengangkut air minum.

“Tujuan mengejar pertumbuhan ekonomi semata telah menimbulkan masalah sosial dan lingkungan yang sangat merugikan masyarakat dalam jangka panjang. Pengelolaan SDA yang terintegrasi dan berkelanjutan tidak dapat ditunda-tunda lagi,” pungkasnya.(zul)

Twitter

Twitter Updates

Login Form

Anda disini: Beranda Berita Kegiatan Media Luncheon Hari Air Sedunia