Dewan Guru Besar IPB

Dewan Guru Besar IPB

Press Release Hardiknas 2016. Ketua DGB IPB: Guru Besar Sebagai Pemikir Negara

Press ReleasePeringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum yang sangat tepat untuk merenungkan ulang peranan Guru Besar dalam semesta upaya pembangunan nasional. Data termutakhir menunjukkan bahwa Guru Besar di Indonesia ada sebanyak 4.486 orang atau 2,26% dari jumlah dosen di negeri ini (Kemenristekdikti, April 2016).

            Guru Besar adalah jabatan fungsional dosen tertinggi yang memiliki otoritas keilmuan di bidangnya, tugas pokok dan kewajiban untuk melaksanakan tridarma Perguruan Tinggi secara professional, utuh dan proporsional. Guru Besar memiliki ciri-ciri sebagai berikut : bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, memiliki integritas tinggi dalam keilmuan, bersikap arif, berjiwa pelopor, senantiasa memberikan keteladanan, dan berperan dalam pengembangan norma, etika serta budaya akademik.

                Guru Besar memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Mengembangkan kekuatan intelektual dan moral yang bertumpu pada landasan norma, etika, serta budaya akademik sebagai pedomannya.
  2. Mengemban misi yang senantiasa mengedepankan unsur-unsur manajemen adaptif yang bertumpu pada prinsip-prinsip keteladanan, kemitraan, saling percaya, dan proses pembelajaran bersama.
  3. Peduli dan memihak pada kebenaran dan kepentingan kemanusiaan, seluruh kehidupan, serta keserasian alam semesta

 

       Sebagaimana kita ketahui bahwa kunci utama dalam kemajuan bangsa dan pembangunan negara adalah kualitas dan peran sumberdaya manusia termasuk Guru Besar. Pertanyaannya adalah sejauh mana Guru Besar yang kita miliki telah memenuhi harapan publik.

Renungan bisa dimulai dari penghitungan investasi publik yang telah ditanamkan oleh negara untuk melahirkan seorang Guru Besar. Seorang Guru Besar lazimnya telah menyelesaikan studi strata S1, S2, dan S3, sebagiannya atas beasiswa dari Pemerintah RI. Kemudian, untuk merawat kepakarannya seorang Guru Besar harus melaksanakan berbagai penelitian dan mempublikasikannya di tingkat nasional dan internasional. Sebagian dana yang digunakan juga tergolong dana publik, baik dari Pemerintah atau pun sumber-sumber dana publik lainnya.

Berkat itu semua, saat ini bidang kepakaran yang dikuasai oleh para Guru Besar sudah sedemikian luas dan dalam. Dapat dikatakan bahwa hampir semua permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini secara umum dapat dipecahkan dengan lebih mudah apabila ada keterlibatan dari para Guru Besar dengan kepakarannya. Bila hal tersebut dapat terlaksana maka segala beban investasi publik untuk melahirkan para Guru Besar sudah terpulihkan secara setimpal.

Jika semua yang disampaikan di atas benar adanya, bukankah sudah saatnya negara memanfaatkan secara maksimal para Guru Besar yang dimilikinya untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat?

Apabila peluang itu belum atau tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh negara RI, ada kekhawatiran bahwa para Guru Besar akan lebih tertarik untuk berkarya di luar negeri seiring dengan semakin menghilangnnya batas-batas antar negara yang ditandai dengan dimulainya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2016.

           Harapan tersebut di atas dapat terlaksana apabila kelembagaan nasional yang terkait dengan hal tersebut mampu secara optimal mengelola semua potensi yang dimiliki oleh para Guru Besar. Hal itu terkait juga dengan efektivitas pemerintahan khususnya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sinergi antara berbagai pihak untuk bersama-sama meraih cita-cita bersama yakni terciptanya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga kita dapat memanfaatkan potensi Guru Besar yang kita miliki sebagai Pemikir Negara yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan kemakmuran Bangsa Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama. Aamiin ya rabbal alamin.

Twitter

Twitter Updates

Login Form

Anda disini: Beranda Berita Kegiatan Press Release Hardiknas 2016. Ketua DGB IPB: Guru Besar Sebagai Pemikir Negara