Dewan Guru Besar IPB

Dewan Guru Besar IPB

Press Release Hardiknas 2016. Blueprint Pendidikan Tinggi Indonesia Abad 21

Prof.Tridoyo

Oleh Tridoyo Kusumastanto, Ketua SA IPB

Keberlanjutan bangsa Indonesia dan keunggulan Indonesia dalam persaingan global akan dipertaruhkan apabila arah pendidikan tidak segera memiliki Blueprint Pendidikan Indonesia. Ketiadaan Blue Print Pendidikan Indonesia menyebabkan kurang jelasnya peran pendidikan dalam tahapan proses pembangunan bangsa, ketidaksinambungan kebijakan pendidikan negara (dasar, menengah dan tinggi serta keterkaitannya dengan seluruh sektor pembangunan) maupun pengaruh politik dalam kebijakan pendidikan tersebut. Besarnya pengaruh politik dalam sistem pendidikan yang ditunjukkan dengan perubahan kebijakan setiap ganti kabinet mengakibatkan kebijakan pendidikan berubah arah akan sangat fatal bagi pembangunan bangsa. Pendidikan harus mimiliki arah jangka panjang, menengah dan pendek yang jelas serta pada pengembangan peradaban unggul bangsa Indonesia, pengembangan iptek, perannya dalam pembangunan dan keberlanjutan bangsa Indonesia dalam percaturan global yang sangat kompetitif.

Ketidaksinambungan pendidikan dengan sektor pembangunan lainnya misalnya implikasi bonus demografi yang dimiliki Indonesia tidak akan berdampak positif dan malah menjadi beban karena tenaga kerja tidak siap dengan iptek yg berkembang dan arah sektor pembangunan yg tidak match dengan tingkat pendidikan. Dengan demikian kebijakan pendidikan harus segera dibenahi dengan falsafah pendidikan, kebijakan dan strategi pencapaian yang disepakati bersama antara pemerintah dan stakeholders yang dituangkan dalam Blueprint Pendidikan Nasional paling tidak dalam jangka waktu 25 tahun dengan paying hukum yang kuat.

Pendidikan tinggi Indonesia segera memerlukan Blueprint tersebut yang tidak terlepas dari jenjang pendidikan dasar dan menengah dan Tridarma (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) harus mempertimbangan peran PT dalam dayasaing bangsa dalam pengembangan iptek secara global dan azas kemanfaatan bagi masyarakat luas dalam konteks pembangunan nasional. Blueprint tersebut harus didukung kebijakan otonomi pendidikan pendidikan tinggi yang seluas-luasnya, dukungan anggaran negara dan dihilangkannya belenggu birokrasi untuk perguruan tinggi yg telah mimiliki reputasi internasional sedang PT lainnya dilaksanakan secara bertahap dan adil.. Dengan arah yang jelas dalam Blueprint maka setiap PTdapat dievaluasi berdasarkan output dan outcome yang dibebankan sesuai dengan dukungan yg diberikan oleh pemerintah dan stakeholders.

Dalam Blueprint sudah termasuk didalamnya keterkaitan dengan sektor-sektor pembangunan, perencanaan tenaga kerja nasional, tahapan pengembangan iptek dalam menjamin keunggulan bangsa dan keberlanjutan bangsa. Pendidikan Tinggi sesuai dengan mandat keilmuan yang terintegrasi serta dibutuhkan dalam pembangunan bangsa diarahkan mampu memecahkan permasalahan diseluruh wilayah Indonesia sekaligus memenangkan pengembangan iptek dikancah global. Infrastruktur akademik (laboratorium, peralatan riset dan pendidikan dll) dintegrasikan dengan lembaga-lembaga penelitian dan kebutuhan iptek untuk menunjang industri nasional harus mampu mengembangkan keunggulan teknologi kelas dunia serta bermanfaat dalam membangun kemakmuran rakyat Indonesia.

Twitter

Twitter Updates

Login Form

Anda disini: Beranda Berita Kegiatan Press Release Hardiknas 2016. Blueprint Pendidikan Tinggi Indonesia Abad 21