Dewan Guru Besar IPB

Dewan Guru Besar IPB

Guru Besar IPB Kembangkan Teknologi Mikrobial Untuk Pengendalian Lingkungan

 
 
 
Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng akan melakukan Orasi Ilmiah pada Sabtu (31/1) esok di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga Bogor. Dalam orasinya, Prof. Anas akan memaparkan riset yang digelutinya dengan judul “Teknologi Mikrobial untuk Pengendalian Lingkungan dalam rangka Pembangunan Berkelanjutan”. 
 
Dalam press conference yang digelar di Ruang Sidang Direktorat Akademik dan Pendidikan IPB (30/1), Prof. Anas menjelaskan limbah cair dari kegiatan agroindustri, pertanian dan aktivitas rumah tangga mengandung bahan organik serta nitrogen dan fosfat terlarut yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Akibatnya kelarutan oksigen menurun, menghasilkan gas beracun, merusak estetika dan tidak jarang mengakibatkan matinya ikan dalam jumlah besar secara serentak.
 
“Riset yang saya geluti bersama tim adalah teknologi mikrobial untuk pengendalian pencemaran baik melalui pendekatan end of pipe, pengolahan limbah industri dan bioremediasi secara biologis, maupun pendekatan cleaner production (produksi bersih) dengan meminimalkan limbah industri. Ada lima B yang kita kembangkan, yakni Bio-P, Biofilm, Bioremediasi, Bioplastik dan Bioethanol,” ujarnya.
 
Bio-P memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya eutrofikasi pada perairan dengan menurunkan kandungan fosfat terlarut. Mikroba yang terlibat adalah mikroba nitrifier dan denitrifier. Keduanya mereduksi kandungan amonia dan nitrat pada limbah cair. 
 
Biofilm merupakan komunitas mikroba yang menempel pada permukaan suatu benda padat. Teknologi Biofilm ini dapat diterapkan untuk menurunkan kandungan fosfat dan nitrogen dalam aliran air buangan irigasi sawah, seperti yang sudah diterapkan di Fukui Jepang. Dalam instalasi ini, Biofilm terbentuk pada permukaan batu di saluran air dan di kain penyaring. Instalasi ini mampu mencegah terjadinya eutrofikasi di danau yang merupakan muara aliran air di persawahan.
 
Bioethanol dan Bioplastik merupakan dua contoh produk ramah lingkungan karena diproduksi dari bahan terbarukan dan menghasilkan emisi CO2 yang relatif lebih rendah dibandingkan produk berbasis petrokimia.
 
Dalam proses Bioremediasi, teknologi mikrobial berperan penting untuk melakukan biotransformasi senyawa toksik menjadi kurang atau tidak toksik atau sampai terjadi mineralisasi menjadi H2O dan CO2.
 
“Perilaku mikroba memberi kita pelajaran tentang konservasi terhadap sumberdaya (pada proses Bio-P), menjaga harmoni dan komunikasi antar mikroba (Biofilm), mampu memanfaatkan sumberdaya yang terbatas dan menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Ini sesuai dengan Firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 199 yang artinya wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka,” ujar Prof Anas.(zul)
 
 

Twitter

Twitter Updates

Login Form

Anda disini: Beranda Berita Berita Terkini Guru Besar IPB Kembangkan Teknologi Mikrobial Untuk Pengendalian Lingkungan