Dewan Guru Besar IPB

Dewan Guru Besar IPB

Guru Besar IPB kembangkan Mesin Canggih untuk Rontgen Tanah

 
 
 

Tahun 1980-an, selama lima tahun Institut Pertanian Bogor (IPB) mendapat tugas untuk mengkaji metoda pembukaan dan penyiapan lahan di Sumatera Selatan. Sebelumnya lahan tersebut merupakan lahan alang-alang. Untuk ini telah diujicobakan berbagai metoda penyiapan lahan. Pengalaman tersebut memperkuat pendapat bahwa penyiapan lahan (pengolahan lahan) sangatlah penting tidak hanya untuk lahan bermasalah seperti alang-alang tetapi juga untuk lahan produktif. Analisis lebih lanjut dari struktur tanah dinyatakan dalam agregat, stabilitas agregat dan ruang pori yang semuanya dapat berubah oleh tindakan pengolahan tanah dan cropping system.

Dengan kata lain pengolahan tanah memiliki peran dalam mengubah dan memperbaiki struktur tanah. Dalam konteks pertanian, masalah yang dihadapi ahli teknik pertanian dan ahli tanah adalah bagaimana mengevaluasi dan mengkuantifikasi struktur hasil pengolahan tanah. Pada akhirnya dikembangkan metoda evaluasi struktur hasil pengolahan tanah yaitu metoda konvensional (pengukuran kerapatan tanah, porositas, tahanan penetrasi, ukuran clod, distribusi dan pembalikan tanah).

 

Namun metoda ini memiliki kelemahan yakni yang terukur hanya tingkat kekerasan tanah pada titik-titik pengamatan dan tidak memberikan informasi tentang ruang pori baik ukurannya maupun distribusinya. Selain itu tahanan penetrasi yang terukur sangat tergantung pada kadar air tanah, sehingga penyimpangan dapat terjadi bila kadar air tanah di areal pengukuran tidak sama baik secara horisontal maupun vertikal.

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof.Dr Tinneke Mandang dalam konferensi pers pra orasi di Kampus IPB Baranangsiang Bogor, (6/10), memaparkan teknologi canggih dalam metoda evaluasi non destruktif (NDE) pada tanah yakni Machine Vision. Teknologi ini membuka jalan menuju pendeskripsian secara riil dan kuantitatif dari kondisi tanah yang diinginkan sesuai dengan tujuan pengolahan tanah. Mesin buatan Jepang ini mampu mengukur tanah (objek) dalam keadaan utuh atau tidak terganggu.

“Dalam bidang kedokteran, untuk keadaan darurat yang memerlukan diagnosa cepat atau yang berisiko tinggi, diperlukan penggunaan machine vision. Aplikasi machine vision-CT scanner untuk pertanian merupakan terobosan baru dalam teknik pengukuran yang ditujukan untuk mempercepat analisis mutu dari input pertanian serta hasil pertanian dalam arti luas. Mulai dari bahan baku input, produk pertanian primer sampai pada produk olahan industri pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan dan produk terkait lainnya,” ujarnya.

Dalam waktu yang singkat, yakni 27 detik, inspection time dan beberapa menit data processing, maka semua struktur fisik tanah dapat ditampilkan baik dengan data digital maupun dengan citra. Contoh, hasil analisis citra CT number untuk tanah tanpa diolah, diolah dengan bajak singkal, garu piring dan rotary, masing-masing sebesar 800, 450, dan 350. Hasil analisis penentuan hardpan lahan sawah diperoleh perbedaan signifikan pada CT number, yaitu rata-rata 155,27 untuk hardpan dan 81,30 untuk lapisan olah.

“Mesin ini sangat canggih namun harganya masih mahal sekitar 1,4 milyar rupiah. Namun teknologi ini sangat berkontribusi dalam pengembangan teknik pengukuran khususnya yang memerlukan inspeksi internal dari bahan. Khusus untuk struktur tanah, teknologi ini mampu menunjukkan informasi detil struktur tanah mencakup ukuran dan distribusi clod (padatan), ukuran dan distribusi ruang pori, posisi hardpan dan plow sole,” terangnya.

Bukan tidak mungkin di masa mendatang akan hadir generasi CT scanner yang portable dan handy sehingga pengukuran struktur tanah dapat dilakukan langsung di lapangan secara real condition, real location dan real position.(zul)

Sumber : http://ipbmag.ipb.ac.id/orasiilmiah/b57a424528dbdb102eb473fff039b27c/Guru-Besar-IPB-Kenalkan-Mesin-Rontgen-Tanah

 

Twitter

Twitter Updates

Login Form

Anda disini: Beranda Berita Berita Terkini Guru Besar IPB kembangkan Mesin Canggih untuk Rontgen Tanah