Empat Guru Besar IPB Sampaikan Orasi Ilmiah Gagasan Strategis untuk Masa Depan Pangan, Lingkungan, dan Agribisnis Berkelanjutan
Empat Guru Besar IPB Sampaikan Orasi Ilmiah Gagasan Strategis untuk Masa Depan Pangan, Lingkungan, dan Agribisnis Berkelanjutan
Bogor, 25 April 2026 — Dewan Guru Besar (DGB) IPB University kembali menyelenggarakan Orasi Ilmiah Guru Besar sebagai ruang akademik untuk mendiseminasikan gagasan, pemikiran strategis, dan kontribusi keilmuan para Guru Besar bagi pembangunan nasional dan kemajuan ilmu pengetahuan. Kegiatan orasi ilmiah berlangsung pada Sabtu (25/4) dan bertempat di Auditorium Andi Hakim Nasution. Selain dilaksanakan secara luring, acara orasi ilmiah juga dapat diikuti secara secara daring melalui platform ipb.link/orasiilmiah-ipb. Acara Orasi Ilmiah dibuka oleh Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet. Setelah pembukaan, acara orasi ilmiah dipimpin oleh Ketua DGB IPB, Prof. Dr. Evy Damayanthi. Orasi ilmiah kali ini menghadirkan empat Guru Besar dari tiga fakultas, yang membahas isu-isu strategis mulai dari akuakultur berkelanjutan, bioteknologi kelautan, tata kelola lingkungan berbasis hidrologi, hingga transformasi pembiayaan agribisnis berbasis rantai nilai. Adapun keempat orator yang menyampaikan orasi ilmiah yaitu : Prof. Dr. Sri Nuryati dan Prof. Dr. Kustiariyah (Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Prof. Dr. Hendrayanto (Guru Besar Tetap Fakultas Kehutanan dan Lingkungan) dan Prof. Dr. Dwi Rachmina (Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Manajemen).
Sebelum penyampaian orasi, riwayat hidup para orator dibacakan oleh pimpinan fakultas masing-masing, yakni Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Dr. Beginer Subhan, Ketua Senat Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Prof. Dr. Lina Karlinasari, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik. Tradisi akademik ini menegaskan penghargaan terhadap perjalanan intelektual para Guru Besar sekaligus menjadi bagian penting dari budaya ilmiah yang dijunjung tinggi di IPB University.
Orasi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Nuryati dengan topik Imunostimulasi dan Vaksinasi untuk Pengendalian Penyakit dalam Akuakultur Berkelanjutan. Dalam orasinya, Prof. Sri menekankan pentingnya pendekatan preventif melalui imunostimulasi dan vaksinasi untuk mendukung sistem akuakultur yang produktif, aman, dan berkelanjutan. Gagasan tersebut memberikan kontribusi penting bagi penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya perairan serta memperkokoh posisi Indonesia dalam sistem pangan global.
Orasi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Kustiariyah dengan judul Peran Bioteknologi Kelautan dalam Mendukung Pembangunan Agromaritim Berkelanjutan. Prof. Kusti menguraikan bahwa bioteknologi kelautan merupakan pilar strategis dalam pemanfaatan sumber daya hayati laut, tidak hanya sebagai sumber ekonomi, tetapi juga sebagai solusi inovatif terhadap tantangan pangan, lingkungan, dan keberlanjutan. Paparan ini menegaskan pentingnya penguatan ekonomi biru, hilirisasi produk berbasis sumber daya laut, serta kolaborasi multidisiplin untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang unggul dan inovatif.
Selanjutnya, Prof. Dr. Hendrayanto menyampaikan orasi berjudul SAWIT-KEBUN SAWIT: Tinjauan Hidrologi Hutan-Daerah Aliran Sungai. Melalui pendekatan ekohidrologi berbasis data, Prof. Hendrayanto mengajak publik akademik melihat isu perkebunan kelapa sawit secara lebih komprehensif dan ilmiah. Menurutnya, berbagai persepsi terkait dampak lingkungan dari komoditas sawit perlu diuji secara objektif, dan pengelolaan lanskap serta tata kelola Daerah Aliran Sungai (DAS) terpadu menjadi kunci menjaga keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Orasi ini memperkaya diskursus kebijakan nasional mengenai pengelolaan sumber daya alam yang lebih bijaksana dan berkelanjutan.
Orasi keempat disampaikan oleh Prof. Dr. Dwi Rachmina dengan topik Transformasi Pembiayaan Usahatani Berbasis Rantai Nilai menuju Agribisnis yang Efisien, Inklusif, dan Berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Prof. Dwi menyoroti pentingnya pendekatan pembiayaan yang terintegrasi dengan seluruh rantai nilai agribisnis untuk mengatasi keterbatasan akses pembiayaan petani kecil, memperkuat ekonomi perdesaan, dan mendorong pembangunan pertanian yang lebih adaptif. Gagasan tersebut dinilai memberikan arah strategis bagi penguatan agribisnis nasional sekaligus mendorong sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Dalam simpulannya, Ketua DGB IPB Prof. Dr. Evy Damayanthi menegaskan bahwa keempat orasi ilmiah tersebut telah memperkaya khazanah pengetahuan dan membuka perspektif baru mengenai berbagai isu strategis pembangunan berkelanjutan, mulai dari kesehatan akuakultur, inovasi bioteknologi kelautan, tata kelola lingkungan berbasis sains, hingga transformasi sistem pembiayaan pertanian. Prof. Evy menegaskan seluruh gagasan yang disampaikan para Guru Besar tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga menawarkan arah solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi tantangan pembangunan nasional.
Prof. Evy juga menyampaikan harapan agar temuan, pemikiran, dan inovasi yang dipaparkan para Guru Besar IPB dapat terus memperkaya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, khususnya dalam bidang pertanian dalam arti luas, sekaligus memberi pencerahan kepada masyarakat dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa. Melalui Orasi Ilmiah Guru Besar, IPB University kembali menegaskan perannya sebagai pusat keunggulan akademik yang terus menghadirkan pemikiran transformatif bagi kemanusiaan, keberlanjutan kehidupan di bumi, dan keserasian alam semesta.
