DGB IPB

DGB

Pimpinan Dewan Guru Besar IPB Hadiri Rakernas MDGB PTNBH 2026 di Universitas Padjadjaran, Berkontribusi Hasilkan Buku dan Policy Brief Nasional

artikel

Pimpinan Dewan Guru Besar IPB Hadiri Rakernas MDGB PTNBH 2026 di Universitas Padjadjaran, Berkontribusi Hasilkan Buku dan Policy Brief Nasional

Bandung, 19 Juni 2026 – Pimpinan Dewan Guru Besar (DGB) IPB University menghadiri Rapat Kerja Nasional Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (Rakernas MDGB PTNBH) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran pada 18–19 Juni 2026 di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung.

Kegiatan yang mengangkat tema “Kampus Sehat: Membangun Ketahanan Fisik, Mental, Sosial, dan Ekologis Menuju Masa Depan Berkelanjutan” tersebut diikuti oleh 105 guru besar delegasi dari 19 dari 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia. Forum ini menjadi wadah strategis bagi para guru besar untuk memberikan kontribusi pemikiran akademik dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan lingkungan kampus yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Delegasi Dewan Guru Besar IPB University yang hadir pada Rakernas tersebut terdiri atas:

* Prof. Dr. Evy Damayanthi – Ketua DGB
* Prof. Dr. M. Agus Setiadi – Sekretaris DGB
* Prof. Dr. Y. Aris Purwanto – Ketua Komisi A
* Prof. Dr. Dadang – Ketua Komisi B
* Prof. Dr. M. Syukur– Ketua Komisi C
* Prof. Dr. Asep Gunawan – Ketua Komisi D

Ketua MDGB PTNBH, Prof. Ir. Mindriany Syafila, M.S., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema Rakernas tahun ini sangat relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-3 mengenai kehidupan sehat dan kesejahteraan. Menurutnya, perguruan tinggi perlu membangun ekosistem yang mampu mendukung kesehatan fisik, mental, sosial, dan ekologis sivitas akademika secara holistik sehingga dapat meningkatkan kapasitas adaptasi terhadap berbagai tantangan global yang semakin kompleks..

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diawali dengan sesi Kuliah Bestari yang menghadirkan dua Guru Besar Universitas Padjadjaran. Kuliah pertama disampaikan oleh *Prof. Dr. dr. Vitriana, Sp.KFR., Guru Besar Fakultas Kedokteran yang juga sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dengan topik *“Membangun Resiliensi Fungsional sebagai Pilar Kampus Sehat dari Perspektif Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi”. Pada sesi ini disampaikan pentingnya membangun kapasitas fisik dan fungsi kesehatan sivitas akademika sebagai fondasi utama kampus yang sehat dan produktif.

Kuliah Bestari berikutnya disampaikan oleh *Prof. Dr. Anissa Lestari Kadiyono, M.Psi., Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, dengan topik *“Tantangan Baru Kampus Sehat: Kesehatan Mental-Kognitif Mahasiswa di Era Digital”. Paparan tersebut menyoroti berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi mahasiswa pada era transformasi digital, sekaligus pentingnya dukungan institusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.

Pada hari kedua, Rakernas menghadirkan dua keynote speaker nasional yang memberikan pandangan strategis mengenai arah pembangunan pendidikan tinggi Indonesia. Keynote pertama disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, yang menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia, integritas akademik, inovasi, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia. Keynote kedua disampaikan oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, **M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang memaparkan peluang kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan wilayah, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Selama pelaksanaan Rakernas, para peserta mengikuti diskusi panel, sidang komisi, dan kelompok kerja yang membahas berbagai isu strategis pendidikan tinggi. Pembahasan tidak hanya berfokus pada konsep kampus sehat, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola perguruan tinggi, pengembangan sumber daya insani, integritas akademik, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pendidikan tinggi. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Sidang Pimpinan MDGB PTNBH bersama komisi-komisi, yang bertujuan untuk memfinalisasi seluruh rekomendasi dan dokumen hasil Rakernas.

Hasil diskusi Pimpinan yang terdiri dari para Ketua Dewan Guru Besar (DGB)/Dewan Professor (DP)dan para Sekretaris PTNBH menghasilkan kesepakatan :1) memberikan masukan kepada Menteri terkait keberadaan DGB/DP dalam hal peranan, tugas dan wewenang di PTNBH, 2) memberikan masukan untuk Rancangan UU SISDIKNAS yang rencananya akan diberikan ke Komisi X DPR RI.

Salah satu capaian penting Rakernas MDGB PTNBH 2026 adalah dihasilkannya empat dokumen strategis nasional, yaitu:

1. Buku Jatidiri PTNBH, yang memuat refleksi, prinsip dasar, karakter, serta arah pengembangan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum dalam menghadapi tantangan masa depan.
2. Policy Brief Pemanfaatan dan Etika Akademik Kecerdasan Artifisial, yang memberikan rekomendasi mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
3. Policy Brief Pengembangan Sumber Daya Insani Perguruan Tinggi, yang berisi strategi penguatan kapasitas dosen, tenaga kependidikan, peneliti, dan mahasiswa dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi Indonesia.
4. Policy Brief Penguatan Integritas Akademik, yang memuat rekomendasi untuk memperkuat budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, etika, profesionalisme, dan kualitas dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Dalam penyusunan keempat dokumen tersebut, Dewan Guru Besar IPB University berkontribusi aktif melalui keterlibatan langsung Ketua, Sekretaris, serta para Ketua Komisi DGB IPB dalam berbagai kelompok kerja dan forum diskusi. Kontribusi ini menunjukkan komitmen DGB IPB dalam menghadirkan rekomendasi kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan, pengalaman akademik, dan kebutuhan strategis pembangunan nasional.

Ketua DGB IPB University, Prof. Dr. Ir. Evy Damayanthi, M.Si., menyampaikan bahwa partisipasi aktif DGB IPB dalam forum MDGB PTNBH merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik para guru besar untuk terus memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan pendidikan tinggi Indonesia. Menurutnya, sinergi antar Dewan Guru Besar PTNBH menjadi kekuatan penting dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berkualitas dan berdampak bagi kemajuan bangsa.

Sebagai tindak lanjut, seluruh hasil Rakernas berupa Buku Jatidiri PTNBH dan tiga policy brief nasional tersebut direncanakan akan diserahkan secara resmi oleh pimpinan MDGB PTNBH bersama para Ketua Dewan Guru Besar/Dewan Profesor PTNBH kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada bulan Agustus 2026. Penyerahan tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata komunitas guru besar Indonesia dalam mendukung penyusunan dan implementasi kebijakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu, integritas, inovasi, dan keberlanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam Rakernas MDGB PTNBH 2026, DGB IPB University kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi dalam menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan solusi inovatif bagi pembangunan nasional. Forum ini sekaligus memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi negeri badan hukum dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia yang unggul, sehat, berintegritas, dan berdaya saing global