DGB IPB

DGB

Tiga Guru Besar IPB Paparkan Inovasi Strategis untuk Akuakultur, Pangan Fungsional, dan Kesehatan Lingkungan Global

artikel

Tiga Guru Besar IPB Paparkan Inovasi Strategis untuk Akuakultur, Pangan Fungsional, dan Kesehatan Lingkungan Global

Bogor, 25 Juli 2026 — Dewan Guru Besar (DGB) IPB University kembali menyelenggarakan Orasi Ilmiah Guru Besar sebagai forum akademik yang menjadi wadah diseminasi pemikiran strategis, inovasi, dan kontribusi keilmuan para Guru Besar dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional dan global. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/7) pukul 08.30–10.30 WIB ini diselenggarakan secara luring dan juga dapat diikuti secara daring melalui ipb.link/orasiilmiah-ipb. Acara dibuka oleh Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, kemudian dilanjutkan dengan sidang Orasi Ilmiah yang dipimpin oleh Ketua Dewan Guru Besar IPB, Prof. Dr. Evy Damayanthi. Sebelum penyampaian orasi, riwayat hidup masing-masing orator dibacakan oleh pimpinan fakultas atau perwakilannya dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Teknik dan Teknologi, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi akademik para Guru Besar.

Orasi ilmiah kali ini menghadirkan tiga Guru Besar dari tiga bidang keilmuan yang berbeda dengan tema yang saling melengkapi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu penguatan akuakultur melalui pendekatan ekologi nutrisi, pengembangan pangan fungsional berbasis metode pencernaan in vitro, serta integrasi ilmu biomedis dan lingkungan untuk menghadapi tantangan kesehatan global abad ke-21. Ketiga tema tersebut mencerminkan semakin besarnya peran ilmu pengetahuan dalam menghasilkan solusi inovatif yang mampu menjawab persoalan pangan, kesehatan, dan lingkungan secara terpadu.

Orasi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Julie Ekasari, Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dengan judul “Ekologi Nutrisi: Membangun Efisiensi dan Keberlanjutan Akuakultur Indonesia.” Dalam orasinya, Prof. Julie menegaskan bahwa masa depan akuakultur Indonesia bergantung pada kemampuan mengelola nutrisi secara efisien dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem budidaya. Pendekatan ekologi nutrisi mengintegrasikan hubungan antara pakan, organisme budidaya, mikroorganisme, dan kualitas lingkungan sehingga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan nutrien, mengurangi limbah, menekan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. Menurutnya, inovasi ini menjadi fondasi penting bagi transformasi sektor akuakultur nasional agar mampu memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perairan.

Selanjutnya, Prof. Dr. Endang Prangdimurti, Guru Besar Tetap Fakultas Teknik dan Teknologi, menyampaikan orasi berjudul “Pencernaan In Vitro sebagai Landasan Ilmiah Pengembangan Pangan Fungsional dan Penilaian Alergenisitas Pangan.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa metode simulasi pencernaan in vitro telah berkembang menjadi instrumen ilmiah yang sangat penting dalam mengevaluasi kualitas, bioaksesibilitas, bioavailabilitas, dan keamanan suatu bahan pangan. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan pangan fungsional yang lebih efektif serta memberikan dasar ilmiah dalam menilai potensi alergenisitas berbagai produk pangan baru sebelum dikonsumsi masyarakat. Inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan industri pangan nasional yang lebih inovatif, aman, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat perlindungan konsumen melalui pendekatan ilmiah yang lebih akurat.

Sebagai orator ketiga, Prof. Dr. Charlena, Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, menyampaikan orasi berjudul “Biomedis dan Lingkungan dalam Menghadapi Tantangan Kesehatan dan Lingkungan Global Abad ke-21.” Dalam orasinya, beliau menguraikan bahwa berbagai tantangan kesehatan modern tidak dapat dipisahkan dari perubahan kondisi lingkungan global. Perubahan iklim, pencemaran lingkungan, munculnya penyakit infeksi baru, resistensi antimikroba, serta degradasi ekosistem menuntut pendekatan yang lebih komprehensif dan multidisiplin. Melalui integrasi ilmu biomedis dan ilmu lingkungan, berbagai inovasi dalam deteksi dini, pencegahan penyakit, pengembangan teknologi kesehatan, dan pengelolaan lingkungan dapat dikembangkan secara lebih efektif. Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep One Health, yang menempatkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan dalam mewujudkan ketahanan kesehatan yang berkelanjutan.

Rangkaian orasi ilmiah ini memperlihatkan bahwa Guru Besar IPB University terus menghasilkan pemikiran dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional maupun tantangan global. Berbagai gagasan yang disampaikan menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya menghasilkan temuan akademik, tetapi juga mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan, pengembangan teknologi, serta solusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Mulai dari penguatan sistem akuakultur yang lebih efisien, pengembangan pangan yang lebih sehat dan aman, hingga penguatan sistem kesehatan dan lingkungan, seluruh orasi mencerminkan kontribusi nyata IPB University dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan Orasi Ilmiah Guru Besar secara berkesinambungan, Dewan Guru Besar IPB University terus menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang unggul sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan rekomendasi kebijakan berbasis sains. Forum ini menjadi ruang strategis bagi para Guru Besar untuk mentransformasikan hasil pemikiran dan penelitian menjadi inspirasi, solusi, dan arah kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.